Share It

Jumat, 22 Oktober 2010

Pengertian Filsafat Menurut Para Tokoh

    Kita sering mengatakan, betapa pentingnya filsafat sebagai ilmu dan filsafat terapan. (termasuk filsafat agama, filsafat pancasila, filsafat terapan, dan sebagainya). Namun sangat amatlah sukar untuk memberikan definisi kokret apalagi abstrak terhadap filsafat-filsafat tersebut, kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang bisa dipikirkan oleh manusia, bahkan ada dua kemungkinan, yaitu proses berfikir dan hasil berfikir.

    Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu; philosophy, adapun istilah filsafat dalam bahasa Yunani: philosophia, yang terdiri atas dua kata; philos
(cinta) atau philia
(persahabatan, tertarik kepada) dan shopos
("hikmah, kebijaksanaan, pemgetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi). Jadi, secara etimologi, filsafat berarti cinta cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut
filosof
yang dalam bahas Arab disebut Failasuf.

Harun Nasution berpendapat bahwa isilah filsafat berasal dari bahasa     Arab karena orang Arab lebih dulu dating dan sekaligus mempengaruhi bahasa Indonesia daripada orang dan bangsa Inggris. Oleh karenba itu, dia konsisten menggunakn kat falsafat, bukan filsafat.

    Jadi pertanyan nya yaitu, apakah filasfat itu? Failsafat dari segi bahasa, pada hakikatnya adalah menggunakan rasio (berfikir). Tetapi tidak semua semua proses berfikir didisebut berfikir. Manusia yang berfikir, dapat di ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Jika pemikiran manusia dapat di pelajari, mak ada empat golongan pemikiran. Yaitu:

1. pemikiran pseudo ilmiah,

Pemikiran ini bertumpu pada aspek kepercayaan kebudayaan dan mitos. Hal itu dapat kita jumpai dalam astrologi atau kepercayaan terhadap buku primbon .

2. pemikiran awam,

    Pemikiran awam merupakan pemikiran dewasa yang dapat menggunakan akal sehat. Karena bagi orang awam, memecahkan kesulitan dalam kehidupan cukup dengan menggunakan akal sehat tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu.

3. pemikiran ilmiah,

    Pemikiran ini lazim menggunakan metode-metode, tata piker dala paradigma ilmu pengetahuan tertentu dilengkapidengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsep teori atau pemikiran dalm dunia empiris (yang tidak pernah selesai) proses keilmuan. Sedangkan

4. pemikiran filosofis,

     Adalah kegitan berfikir reflektif meliputikegiatan analisis, pemhaman, deskripsi, penilaian, penafsiran, dan perekaan yang bertujuan untuk memeperolah kejelasan, kecerahan keterangan, pembenaran, pemgertian, dan penyatu paduan tentang objek. Filsafat juga merupakan ilmu tertua yang menjadi induk ilmu pengetahuan lain. Adapun pengertian filsafat menurut para tokoh.

  • Al-Kindi (Abu Judsuf Ya'kub bin Isa Al-Kindi 796-474 M), Al-Kindi memberikan pengertian filsafat dikalangan umat Islam dalam tiga lapangan yaitu:
  1. Ilmu Fisika ( Ilmu Thobi'iyyad) meliputi tingkatan alam nyata, terdiri atas benda-benda konkret yang dapat ditangkap panca indra.
  2. Ilmu Matematika (Ilmu Riyadli) yang berhubungan dengan benda, tetapi mempunyai wujud tersendiri yang dapat dipastikan dengan angka-angka (misalnya ilmu hitung, tekhnologi, astronomi, musik).
  3. Ilmu Ketuhanan (Ilmu Rububiyyah), yang tidak berhubungan dengan benda sama sekali yaitu soal ketuhanan.
  • Ibnu Sina ( Abu Ali al-Hussein Ibnu Sina, 980-1037 M) membagi filsafat dalam dua bagian, yaitu teori dan praktek. Keduanya dihubungkan dengan agama. Tujuan filsafat praktek ialah mengatahui apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Sehinnga ia mendapatkan bahagia di dunia dan di akhirat, yang disebut ilmu akhlak. Filsafat juga mencakup undang-undang, yaitu apa yang sehrusnya dilakukan oleh setiap orang dalam hubungannya dengan rumah tangga dan Negara.
  • Al-Farabi (W. 950 M), seoarang filosof musli terbesar sebelum Ibnu Sina, berkata: "Filsafat ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yang sebenarnya".
  • Ibnu Rusyd (1126-1198 M). berpendapat bahwa filasafat atau hikmah merupakan pengetahuan "otonom" yang perlu di kaji oleh manusia karena dikarunia akal. Al-qur'an filsafat mewajibkan manusia berfilsafat untuk menambah dan mempekuat keimanan kepada Tuhan.
  • Harun Nasution mangatakan bahwa filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika)denag bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai kedasar-dasar persoalan.
  • Sutan Takdir Alisjahbana, berpendapat bahwa filasafat adalah berfikir dengan insaf. Yang dimaksud dengan insaf adalah berfikir dengan teliti, menurut aturan yang pasti.
  • Sidi Gajalba, filsafat adalah befikir secara mendalam, sistematik, radikal dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada.de
  • S. Brubacher sebagai berikut: Philosphy was, as its etymplogy from the greek word pilos and sopia suggesst, love of wisdom or learning. More over it was love of learning in general; it subsumedunder one heading what to day we call science as well as what we know call philosophy. It is for the reason that philosophyis often refred to us the mother as well as the queen of science. ( filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philos dan shopia yang berarti cinta kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu, dapat diartikan cinta belajar pada umumnya hanay ada dalam filsafat, untuk alas an tersebut, maka sering dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ratu ilmu pengetahuan)
  • Prof. Dr. Imam Barnadib, M.A., filsafat berasal dari bahasa yunani yang berupa rankaian dua
    pengertain, yaitu philare berate cinta dan shopia berarti kebajikan. Yang dimaksudkan kebajikan disisni ialah kebajikan manusia. Dengan dasar pengetahuan filosofisnya itu, diharapkan orang dapat memberiakan pendapat dan keputusan secara bijaksana.
  • Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A, filsafat berarti " cinta kepda kebijaksanaan". Untuk menjadi bijaksana, berarti harus berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikat adanya sesuatu, fungsi, ciri-ciri, kegunaan, masalah-masalah, sekaligus pemecahanya.
  • Prof. Dr. Hasan Langgulung mengemukakan dalam ungkapan sederhanya bahwa filsafat berarti cinta hikmah (kebijksanaan). Orang yang cinta hikmah kebijakasaan, selalu mencari dan meluangkan waktu untuk mencapainya, mempunyai sikap positif terhadapnya, dan terhadap hakikat segala sesuatu, selain itu berusaha menghubungkan sebab dengan akibatnya. Jadi bijaksana bukan saja orang yna paling banyak dan tunggi pengetahuanya, tetapi juga memilki kemantapan pandangan dan tinjauan yang ke depan, dimana pengetahuan itu sendiri tidak sanggup mencapainya.

Terlepas dari beragamnya pengertian filsafat. Moh. Hatta dan Langeveld mengatakan bahwa definisi Filsafat tidak perlu diberikan, karena setiap orang memiliki titik tekan sendiri dalam definisinya. Oleh karena itu biarkan saja seseorang meneliti filsafat terlebih dahulu kemudian menyimpulkan sendiri.

Kehidupan Menurut Islam

    Dalam suasana kemjuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, masalah masalh hakikat dan kehidupan manusia semakin banyak dibahas. Masalah ini memag cukup penting, karena ia merupakan titik tolak dala memberikan pembatasan menyangkut fungsi manusia dalam kehidupan ini. Dari hasil pembatasan itu, kemudian disusun prinsip-prinsip dasar menyangkut kehidupan manusia, baik aspek politik, ekonomi, sosial bahkan etika. Dalam arti bahwa bentuk dan system aspek-aspek kehidupan tersebut harus ditentukan oleh pengertian tentang hakikat manusia atau bersumber dari-Nya. Jika tidak demikian, maka sistem-sistem tersebut akan segera gagal dan masa berlakunya merupakan masa kesengsaraan manusia karena ia bertentangan denga hakikat yang dimilikinya. Urgensi pembahasan ini lebih terasa lagi setelah disadari bahwa ilmu pengetahuan dan tekhnologi belum belum dapat menjamin kebahagiaan manusia, selama nilai-nilainya tunduk di bawah nilai-nilai spiritual.

    Manusia menurut Al-Qur'an adalah merupakan mahluk yang terdiri dari dua unsur pokok, yaitu gumpalan tanah dan hembusan roh, seperti dalam Al-    Qur'an

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." (Q.S Shaad: 71-72)

Manusia menurut Al-Qur'an memenuhi kebtuhan hidupnya yang bersumber dari gumpalan tanah tersebut, memenuhinya dengan cara manusia bukan dengan cara binatang. Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan rohaniah pun ala manusia bukan ala malaikat. Jika tidak mmaka ia akan menjadi binatang atau malaikat, yang keduanya akan membawa ia jauh dari hakikat kemanusiaannya.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S Al-Baqarah : 30)

Allah telah menyampaikan kepada malaikat rencana penciptaan manusia ini. Yaitu agar manusia menjadi khalifah tuhan di muka bumi. Dengan demikian jelas bahwa wujud kekhalifahan yaitu membangun dan mengelola dunia ini sesuai dengan kehendak Illahi, agar tercapai tujuan hidupnya yang telah ditetapkan Allah yaitu mengabdi kepada Allah, seperti tercantum dalam Al-Qur'an.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S Adz-Zaaryaat :50)

    Untuk mensukseskan tugas-tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini, Allah telah melengkapi manusia dengan potensi-potensi tertentu, antara lain: Fisik, Akal dan Hati. Dan ketiga potensi positif inilah yang mempunyai peranan penting dalm pelaksanaan tugas kekhalifahan manusia di muka bumi ini.

    Apabila manusia mampu mengoptimalkan potensi-potensi positif yang telah di berikan Allah kepadanya, maka manusia akan mamapu melaksanakan tugas-tugasnya sebagai khalifah., yaitu mengelola kehidupan di muka bumi ini sesuai dengan kehendak Illahi , dengan berlandaskan tujuan pengabdian kepada Allah, senhig nga akan terwujud kehidupan yang rahmatan lil alamindan akan tercapai harapan akan kehidupan yang penuh kebaikan di duni dan di akhirat.